Showing posts with label materi. Show all posts
Showing posts with label materi. Show all posts

Thursday, January 7, 2016

LAMBANG IPNU

Standard



1)    Lambang organisasi IPNU yang berbentuk bulat, artinya kontinyu atau terus menerus.

2)    Warna dasar hijau dilingkari warna kuning berarti kebenaran  dan hikmah yang tinggi.

3)    Warna putih suci, warna kuning di antara putih adalah hikmah dan cita-cita yang tinggi.

4)    Tiga titik diantara tulisan I.P.N.U adalah iman, islam dan ikhsan.

5)    Enam sirip mengapit huruf  I.P.N.U adalah rukun iman.

6)    Bintang adalah cita-cita.

7)    Satu bintang  besar adalah Nabi Muhammad SAW.

8)    Empat bintang di kanan dan kiri adalah Khaulafaurrasiddin.

9)    Empat bintang dibawah adalah empat Madzhab.

10)  Dua kitab adalah Al Qur'an dan Al Hadist.

11)  Bulu angsa adalah pena (ilmu), bulu bersilang adalah ilmu agama dan umum.

12)  Sudut bintang lima adalah rukun islam.

CITRA DIRI IPNU-IPPNU

Standard


Citra diri IPNU-IPPNU berorientasi serta  berpijak pada kesemestaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan pada zona keterpelajaran dengan kaidah “belajar, berjuang, dan bertakwa”, yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, ke-Islaman, keilmuan, kekaderan dan keterpelajaran.

a.    Wawasan Kebangsaan

Ialah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, yang mengakui kebhinekaan sosial, budaya yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakekat dan martabat manusia yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara berlandasakan prinsip keadilan, persamaan dan demokrasi.


b.   Wawasan Ke-Islaman

Ialah wawasan yang menempatkan ajaran agama Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia. Ajaran Islam sebagai ajaran yang merahmati seluruh alam mempunyai sifat memperbaiki dan menyempurnakan seluruh nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu IPNU dalam bermasyarakat bersifat tawashut dan I’tidal, menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat, bersifat membangun dan menghindari laku tatharruf (ekstrim), melaksanakan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kelaziman; tasamuh, toleran terhadap perbedaan pendapat baik dalam masalah keagamaan, kemasyarakatan maupun budaya, tawazun, seimbang dan menajalin hubungan antara manusia dan tuhannya serta manusia dan lingkungannya, amar ma’ruf nahi munkar, memiliki kecenderungan untuk kerusakan harkat kemanusiaan dan kerusakan lingkungan, mandiri, bebas, terbuka dan bertanggung jawab dalam berfikir, bersikap dan bertindak.


c.    Wawasan Keilmuan

Ialah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan sumberdaya  anggota dan kader. Sehingga dengan ilmu pengetahuan memungkinkan anggota untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia seutuhnya dan tidak menjadi beban sosial lingkungan. Dengan ilmu pengetahuan, akan mencetak kader yang mandiri, memiliki harga diri dan kepercayaan diri sendiri dan dasar kesadaran yang realistik akan kemampuan dirinya didalam masyarakat sebagai anggota masyarakat.


d.   Wawasan Kekaderan

Ialah wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap idiologi, cita-cita, perjuangan organisasi, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi, juga diharapakan dapat membentuk pribadi yang menghayati dan mengenal ajaran Islam ala ahlissunnah wal jama’ah, memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuan serta memiliki kemampuan teknis metodologis untuk mengembangkan organisasi kepepimpinan, kemandirian dan kepopuleran.


e.    Wawasan Keterpelajaran

Ialah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pemantapan diri sebagai center of excellence pemberdayaan sumberdaya manusia terdidik yang berilmu, berkeahlian dan visioner, yang diikuti kejelasan misi sucinya, sekaligus strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi munkar. Wawasan ini meniscayakan karakteristik organisasi dan anggotanya untuk senantiasa memiliki hasrat ingin tahu, belajar terus menerus dan mencintai masyarakat belajar mempertajam daya analisis; daya sintesis pemikiran agar dapat membaca realitas dan dinamika kehidupan yang sesungguhnya; terbuka menerima perubahan, pandangan dan cara-cara baru, pendapat baru, serta pendapat yang berbeda; menjunjung tinggi nilai, norma, kaidah dan tradisi serta sejarah keilmuan; dan berorentasi ke masa depan.

VISI MISI IPNU

Standard

Sesuai dengan PDPRT visi dan misi IPNU-IPPNU adalah sebagai berikut :

◊   Visi

Adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah  yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


◊   Misi

1.  Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi.

2.  Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa.

3.  Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah

4.  Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.

SEJARAH IPNU PERIODE KELAHIRAN

Standard
 
Gagasan untuk menyatukan langkah dan nama perkumpulan diusulkan dalam Muktamar LP Ma’arif pada  20 Jumadil Tsani 1373 H bertepatan 24 Februari 1954 M di Semarang. Usulan ini dipelopori oleh pelajar Yogyakarta, Solo dan Semarang yang terdiri Sofyan Cholil, Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Achmad, Maskup dan M. Tolchah Mansyur. Dengan suara bulat dan mufakat dilahirkanlah organisasi yang bernama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU ) dengan ketua pertama Rekan M. Tolchah Mansyur.


Pada 29 April – 1 Mei 1954 diadakan pertemuan di Surakarta yang terkenal dengan pertemuan KOLIDA   ( Konferensi Lima Daerah ) yang dihadiri Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Jombang dan Kediri ( diwakili Bpk. KH  Asmuni Iskandar dari Gurah ). Dalam konferensi ini ditetapkan PD/PRT dan berusaha untuk mendapatkan legitimasi/pengakuan secara formal dari NU.


Usaha untuk mencari legitimasi ini diwujudkan dengan mengirimkan delegasi pada Muktamar NU ke X di Surabaya pada 8-14 September 1954. Delegasi dipimpin oleh M. TOLCHAH MANSYUR, dengan beranggotakan 5 orang yaitu SOFYAN CHOLIL, M NAJIB ABDUL WAHAB, ABDUL GHONI  dan FARIDA ACHMAD. Dengan perjuangan yang gigih akhirnya IPNU mendapatkan pengakuan dengan syarat hanya beranggotakan putra saja.

Pada 24 Februari – 3 Maret 1955 IPNU mengadakan Kongres ke I di Malang. Bersamaan dengan itu di kota Solo, Remaja-remaja putri sedang mengadakan musyawarah dan menghasilkan organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPPNU ), tepatnya tanggal 8 Rajab 1374 H bertepatan dengan tanggal 2 Maret 1955 yang juga ditetapkan sebagai hari lahir IPPNU.


Dari Kongres ke I – VI status IPNU-IPPNU masih menjadi anak asuh LP Ma’arif. Dan ketika Kongres ke VI di Surabaya pada 20 Agustus 1966, IPNU-IPPNU meminta hak Otonomi sendiri dengan tujuan agar dapat mengatur Rumah Tangganya sendiri dan dapat memusatkan organisasi ini ke Ibu Kota Negara.


Pengakuan otonomi diberikan pada muktamar NU di Bandung tahun 1967, yang dicantumkan dalam AD/ART NU Pasal 10 Ayat 1 dan ayat 9. Pada Muktamar NU di Semarang tahun 1979 status IPNU-IPPNU terdapat pada pasal 2 Anggaran Dasar NU.

SEJARAH IPNU PERIODE PERINTIS

Standard

Munculnya organisasi IPNU bermula dari adanya jam’iyah yang bersifat lokal atau kedaerahan yang berupa kumpulan pelajar, sekolah dan pesantren, yang semula dikelola oleh para Ulama. Contohnya jam’iyah Diba’iyah.


Di Surabaya didirikan TSAMROTUL MUSTAFIDIN (1936). Selanjutnya Persatuan Santri Nahdlatul Ulama atau PERSANU (1939). Di Malang (1941) lahir PERSATUAN MURID NU. Dan pada saat itu banyak para pelajar yang ikut pergerakan melawan penjajah. Pada tahun 1945terbentuk IMNU atau Ikatan  Murid Nahdlatul Ulama. Di Madura (1945) berdiri IJTIMAUTH TOLABIAH dan SYUBBANUL MUSLIM, kesemuanya itu juga ikut berjuang melawan penjajah dengan gigih. Di Semarang (1950) berdiri Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama dengan anggota yang masih remaja. Sedangkan 1953 di Kediri berdiri (PERPENU) Persatuan Pelajar NU. Pada tahun yang sama di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPENU). Pada tahun 1954 di Medan berdiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Dari sekian banyak nama yang mendekati adalah IPNU yang lahir di Medan pada tahun 1954.

JUKLAK DIKLATAMA CBP

Standard
PETUNJUK PELAKSANAAN OPERASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERTAMA
(DIKLATAMA) CBP HASIL RAKORNAS PONTIANAK
29 - 31 JULI 2010

  1.  Pengertian
     Pendidikan dan Pelatihan Pertama (DIKLATAMA) adalah pendidikan dan latihan yang memiliki sasaran untuk memperkenalkan IPNU secara umum dan CBP pada khususnya pada anggota baru CBP. Diklatama sekaligus membangun komitmen dan watak kader dalam kebersamaan membangun bangsa.

  2.  Tujuan
    • Membentuk watak dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.
    • Membangun watak dengan mengembangkan nilai - nilai pengabdian pada kegiatan sosial kemanusiaan.
    • Menambah wacana tentang wawasan kebangsaan.
    • Memahami ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
    • Memahami eksistensi IPNU.
    • Memahami CBP
    • Memiliki rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi.
  3.  Peserta
    • Anggota IPNU.
    • Usia 15 - 25 tahun.
    • Patuh dan taat kepada organisasi IPNU dan CBP.
  4.  Pelaksana
     Diklatama dilaksanakan oleh Dewan Koordinasi Cabang atau Dewan Koordinasi Anak Cabang dan diikuti maksimal 40 peserta.
  5.  Materi
    • Materi Ideologis
      Aswaja, Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, Ke-CBP-an
    • Materi Wajib
      Peraturan baris-berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, search and rescue (SAR), wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama tim, sosiologi pedesaan.
    • Materi Teknis Lapangan Basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat, survival